loading...

Thursday, August 13, 2026

KRISTEN: PENGIKUT YESUS ATAU PAULUS?

KRISTEN: PENGIKUT YESUS ATAU PAULUS?

Studi Historis-Kritis tentang Identitas, Otoritas, dan Perkembangan Kekristenan Awal Berdasarkan Sumber-Sumber Kuno


Abstrak

Pertanyaan apakah kekristenan merupakan agama yang didirikan oleh Yesus atau oleh Paulus merupakan salah satu persoalan paling penting dalam studi sejarah Kekristenan awal. Pertanyaan tersebut sering disederhanakan menjadi dikotomi: “Yesus mendirikan Kekristenan, sedangkan Paulus mengubahnya menjadi agama baru.” Penelitian ini menguji tesis tersebut melalui sumber primer kuno, terutama surat-surat Paulus yang autentik, tradisi Injil, Acts of the Apostles, Didache, 1 Clement, surat-surat Ignatius dan Polykarpus, serta kesaksian non-Kristen dari Josephus, Tacitus, dan Plinius Muda.

Metode penelitian yang digunakan adalah kritik sumber, kritik teks, analisis kronologis, analisis intertekstual, dan pendekatan multiple attestation. Bukti paling awal menunjukkan bahwa gerakan yang berpusat pada Yesus sudah eksis sebelum Paulus menjadi pengikutnya. Paulus sendiri mengakui keberadaan komunitas-komunitas pengikut Yesus sebelum aktivitas misinya dan secara eksplisit berhubungan dengan Petrus dan Yakobus, “saudara Tuhan”. Bahkan Paulus menerima tradisi mengenai kematian, penguburan, kebangkitan, dan penampakan Yesus yang menurut pengakuannya telah ia “terima” sebelum meneruskannya kepada jemaat Korintus.

Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa Paulus bukan sekadar pengkhotbah biasa. Ia merupakan salah satu tokoh paling penting dalam transformasi gerakan Yesus menjadi jaringan komunitas lintas-etnis yang luas di dunia Mediterania. Paulus mengembangkan argumentasi teologis mengenai hukum Taurat, sunat, status bangsa-bangsa non-Yahudi, pembenaran, identitas “di dalam Kristus”, dan makna kematian serta kebangkitan Yesus. Dengan demikian, jika “Kekristenan” berarti gerakan historis yang berasal dari Yesus, Paulus bukan pendirinya. Jika “Kekristenan” berarti bentuk agama non-Yahudi yang kemudian menjadi agama dunia, pengaruh Paulus sangat besar dan dalam beberapa aspek menentukan.

Kesimpulan penelitian adalah bahwa dikotomi “Yesus atau Paulus” secara historis terlalu sederhana. Yesus merupakan sumber historis dan figur pendiri gerakan; komunitas Yerusalem dan para rasul meneruskan gerakan tersebut; Paulus menjadi salah satu arsitek terbesar transformasi dan ekspansi lintas-bangsanya. Kekristenan historis kemudian merupakan hasil perkembangan berlapis, bukan produk satu individu.

Kata kunci: Yesus, Paulus, Kekristenan awal, Petrus, Yakobus, Kekristenan Yahudi, bangsa-bangsa non-Yahudi, hukum Taurat, Injil, Didache, sejarah agama.


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ada dua tesis ekstrem yang sering muncul dalam diskusi populer.

Tesis pertama

“Yesus mendirikan Kekristenan; Paulus hanya meneruskan ajarannya.”

Tesis kedua

“Yesus tidak pernah mendirikan Kekristenan; Pauluslah yang menciptakan agama Kristen.”

Keduanya mengandung sebagian kebenaran, tetapi keduanya juga bermasalah secara historis.

Masalah utamanya adalah definisi:

Apa yang dimaksud dengan “Kekristenan”?

Jika yang dimaksud adalah:

gerakan orang-orang yang mengikuti dan mengakui Yesus sebagai Mesias,

maka gerakan tersebut jelas telah ada sebelum Paulus.

Jika yang dimaksud:

sistem agama global yang terpisah dari Yudaisme, dengan komunitas-komunitas non-Yahudi yang tidak diwajibkan menjalankan seluruh hukum Musa,

maka Paulus mempunyai peran yang jauh lebih besar.

Oleh karena itu penelitian ini tidak bertanya secara sederhana:

“Siapa pendiri Kekristenan?”

melainkan:

Bagaimana gerakan Yesus berubah menjadi Kekristenan, dan seberapa besar peran Paulus dalam transformasi tersebut?


1.2 Rumusan Masalah

Penelitian ini membahas:

  1. Apakah Yesus sendiri mendirikan suatu agama yang kemudian disebut Kekristenan?

  2. Apakah gerakan Yesus sudah ada sebelum Paulus?

  3. Apakah Paulus mengubah pesan Yesus?

  4. Seberapa dekat Paulus dengan para pengikut awal Yesus?

  5. Apakah Paulus bertentangan dengan Petrus dan Yakobus?

  6. Apakah Paulus menciptakan doktrin baru mengenai Yesus?

  7. Seberapa besar pengaruh Paulus terhadap Kekristenan non-Yahudi?

  8. Apakah Kekristenan modern lebih dekat kepada Yesus atau Paulus?

  9. Bagaimana sumber non-Kristen menggambarkan gerakan tersebut?

  10. Apa yang dapat disimpulkan secara historis tanpa mengambil posisi teologis?


BAB II

METODOLOGI DAN HIERARKI SUMBER

2.1 Prinsip Kronologi

Dalam penelitian sejarah kuno, sumber yang lebih dekat dengan suatu peristiwa biasanya mempunyai nilai khusus, walaupun tidak otomatis lebih benar.

Urutan penting dalam penelitian ini kira-kira:

SumberPerkiraan periodeNilai historis
Surat Paulus autentik± 50–60 MSangat tinggi
Injil Markus± 65–75 MTinggi
Matius/Lukas± 80–90 MTinggi
Yohanes± 90–100 MTinggi tetapi lebih teologis
Didacheakhir abad I/awal IITinggi
1 Clement± 95–100 MTinggi
Josephus± 93/94 MTinggi
Ignatius± 110 MTinggi untuk abad II
Polykarpusawal abad IITinggi
Tacitus± 115–120 MTinggi untuk keberadaan gerakan Kristen
Plinius± 112 MTinggi untuk praktik Kristen awal

Surat Paulus termasuk sumber tertua yang masih ada mengenai gerakan tersebut. Kajian tekstual modern juga menunjukkan betapa luasnya transmisi tekstual surat-surat Paulus dalam tradisi manuskrip kuno. (KU Leuven Research)


BAB III

YESUS SEBELUM PAULUS

Ini adalah fakta kronologis paling penting.

Paulus bukan murid Yesus selama pelayanan publiknya.

Ia justru muncul setelah kematian Yesus.

Surat Paulus sendiri memberi informasi mengenai keadaan gerakan Yesus sebelum Paulus aktif.


3.1 Galatia 1:13

Bahasa Yunani

Ἠκούσατε γὰρ τὴν ἐμὴν ἀναστροφήν ποτε ἐν τῷ Ἰουδαϊσμῷ, ὅτι καθ' ὑπερβολὴν ἐδίωκον τὴν ἐκκλησίαν τοῦ θεοῦ καὶ ἐπόρθουν αὐτήν.

Transliterasi

Ēkousate gar tēn emēn anastrophēn pote en tō Ioudaismō, hoti kath’ hyperbolēn ediōkon tēn ekklēsian tou theou kai eporthoun autēn.

Terjemahan Indonesia

“Sebab kamu telah mendengar tentang kehidupanku dahulu dalam agama Yahudi, bahwa aku dengan sangat berlebihan menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.”

Analisis

Ini merupakan bukti sangat penting.

Paulus mengaku bahwa sebelum menjadi pengikut gerakan tersebut, ia sudah mengetahui:

ἐκκλησία τοῦ θεοῦ

ekklēsia tou theou

“jemaat Allah”.

Artinya:

komunitas pengikut Yesus sudah eksis sebelum Paulus bergabung.

Dengan demikian, tesis:

“Paulus menciptakan Kekristenan dari nol”

sulit dipertahankan secara historis.


3.2 Galatia 1:18–19 — Petrus dan Yakobus

Yunani

Ἔπειτα μετὰ τρία ἔτη ἀνῆλθον εἰς Ἱεροσόλυμα ἱστορῆσαι Κηφᾶν, καὶ ἐπέμεινα πρὸς αὐτὸν ἡμέρας δεκαπέντε· ἕτερον δὲ τῶν ἀποστόλων οὐκ εἶδον, εἰ μὴ Ἰάκωβον τὸν ἀδελφὸν τοῦ κυρίου.

Transliterasi

Epeita meta tria etē anēlthon eis Hierosolyma histōrēsai Kēphan, kai epemeina pros auton hēmeras dekapente; heteron de tōn apostolōn ouk eidon, ei mē Iakōbon ton adelphon tou kyriou.

Terjemahan

“Kemudian, setelah tiga tahun, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas [Petrus], dan aku tinggal bersamanya lima belas hari. Tetapi aku tidak melihat rasul lain kecuali Yakobus, saudara Tuhan.”

Ini merupakan salah satu teks paling penting dalam seluruh penelitian.

Paulus sendiri menyatakan bahwa:

  1. Petrus sudah ada;

  2. Yakobus sudah ada;

  3. mereka merupakan otoritas sebelum Paulus;

  4. Paulus datang kepada mereka.

Jadi model:

Yesus → Paulus → Kekristenan

tidak sesuai dengan data Paulus sendiri.

Model yang lebih tepat:

Yesus → komunitas Yerusalem → Petrus/Yakobus/para rasul → Paulus dan komunitas-komunitas lain.


BAB IV

PAULUS TIDAK MENCIPTAKAN KEPERCAYAAN AKAN KEBANGKITAN

Salah satu argumen populer mengatakan:

Paulus menciptakan gagasan bahwa Yesus bangkit dari kematian.

Namun sumber Paulus sendiri justru menunjukkan sebaliknya.


4.1 1 Korintus 15:3–5

Yunani

παρέδωκα γὰρ ὑμῖν ἐν πρώτοις, ὃ καὶ παρέλαβον, ὅτι Χριστὸς ἀπέθανεν ὑπὲρ τῶν ἁμαρτιῶν ἡμῶν ... καὶ ὅτι ἐγήγερται τῇ ἡμέρᾳ τῇ τρίτῃ ... καὶ ὅτι ὤφθη Κηφᾷ, εἶτα τοῖς δώδεκα.

Transliterasi

Paredōka gar hymin en prōtois, ho kai parelabon, hoti Christos apethanen hyper tōn hamartiōn hēmōn ... kai hoti egēgertai tē hēmera tē tritē ... kai hoti ōphthē Kēpha, eita tois dōdeka.

Terjemahan

“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang juga telah kuterima: bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita ... bahwa Ia telah dibangkitkan pada hari ketiga ... dan bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas, kemudian kepada kedua belas murid.”

Perhatikan dua kata:

παρέδωκα
paredōka
“aku menyampaikan”

dan:

παρέλαβον
parelabon
“aku menerima.”

Ini sangat signifikan.

Paulus mengatakan:

aku menerima → aku menyampaikan.

Jadi ia tidak mengklaim:

“Aku menciptakan doktrin ini.”

Ia mengklaim:

“Aku menerima tradisi dan meneruskannya.”


4.2 Apakah tradisi tersebut sangat awal?

Kemungkinan besar iya.

Paulus menulis 1 Korintus sekitar pertengahan abad pertama, sedangkan tradisi yang ia klaim telah “diterima” kemungkinan berasal lebih awal.

Bahkan jika kita berhati-hati terhadap rekonstruksi tanggal yang sangat presisi, teks ini menunjukkan bahwa:

kepercayaan terhadap kematian dan kebangkitan Yesus mendahului surat Paulus yang masih bertahan.

Dengan demikian:

Paulus bukan pencipta pertama kepercayaan akan kebangkitan.


BAB V

PAULUS DAN YESUS HISTORIS

Di sini muncul argumen yang lebih serius.

Paulus jarang menceritakan:

  • mukjizat Yesus;

  • perumpamaan;

  • perjalanan Yesus;

  • detail kehidupan Galilea;

  • banyak perkataan Yesus.

Apakah ini berarti Paulus tidak mengenal Yesus?

Tidak.

Salah satu sebabnya adalah genre surat Paulus.

Paulus menulis:

surat kepada komunitas yang sudah mengenal tradisi Kristen.

Ia tidak menulis biografi Yesus.


5.1 1 Korintus 7:10

Yunani

τοῖς δὲ γεγαμηκόσιν παραγγέλλω, οὐκ ἐγὼ ἀλλὰ ὁ κύριος

Transliterasi

Tois de gegamēkosin parangellō, ouk egō alla ho kyrios.

Terjemahan

“Kepada orang-orang yang telah menikah aku memberi perintah—bukan aku, melainkan Tuhan.”

Analisis

Paulus membedakan:

ἐγώ — aku

dengan:

ὁ κύριος — Tuhan.

Ini menunjukkan bahwa Paulus mengenal adanya tradisi mengenai ajaran Yesus yang mempunyai otoritas berbeda dari pendapat pribadinya.


5.2 1 Korintus 9:14

Yunani

οὕτως καὶ ὁ κύριος διέταξεν τοῖς τὸ εὐαγγέλιον καταγγέλλουσιν ἐκ τοῦ εὐαγγελίου ζῆν.

Transliterasi

Houtōs kai ho kyrios dietaxen tois to euangelion katangellousin ek tou euangeliou zēn.

Terjemahan

“Demikian pula Tuhan telah menetapkan bahwa mereka yang memberitakan Injil harus hidup dari Injil.”

Sekali lagi Paulus merujuk kepada:

tradisi mengenai perintah Tuhan.

Ini melemahkan tesis bahwa Paulus tidak peduli sama sekali terhadap ajaran Yesus.


BAB VI

PAULUS DAN JEMAAT YERUSALEM

Ini merupakan titik paling penting untuk menilai apakah Paulus merupakan “pendiri”.


6.1 Galatia 2:1–2

Yunani

Ἔπειτα διὰ δεκατεσσάρων ἐτῶν πάλιν ἀνέβην εἰς Ἱεροσόλυμα μετὰ Βαρναβᾶ...

Transliterasi

Epeita dia dekatessarōn etōn palin anebēn eis Hierosolyma meta Barnaba...

Terjemahan

“Kemudian setelah empat belas tahun aku pergi lagi ke Yerusalem bersama Barnabas...”

Paulus datang kembali kepada pusat gerakan awal.


6.2 Galatia 2:9

Yunani

καὶ γνόντες τὴν χάριν τὴν δοθεῖσάν μοι, Ἰάκωβος καὶ Κηφᾶς καὶ Ἰωάννης...

Transliterasi

Kai gnontes tēn charin tēn dotheisan moi, Iakōbos kai Kēphas kai Iōannēs...

Terjemahan

“Dan setelah mereka mengetahui kasih karunia yang telah diberikan kepadaku, Yakobus, Kefas dan Yohanes...”

Kemudian Paulus menyebut mereka sebagai:

στῦλοι

styloi

“tiang-tiang.”

Implikasinya

Bahkan Paulus mengakui adanya struktur otoritas yang berpusat pada:

  • Yakobus;

  • Petrus;

  • Yohanes.

Ini merupakan bukti kuat bahwa:

Paulus bukan satu-satunya pusat otoritas gerakan Yesus.


BAB VII

KONFLIK PAULUS DENGAN PETRUS

Tetapi kita tidak boleh mengabaikan sisi lainnya.


7.1 Galatia 2:11

Yunani

Ὅτε δὲ ἦλθεν Κηφᾶς εἰς Ἀντιόχειαν, κατὰ πρόσωπον αὐτῷ ἀντέστην, ὅτι κατεγνωσμένος ἦν.

Transliterasi

Hote de ēlthen Kēphas eis Antiocheian, kata prosōpon autō antestēn, hoti kategnōsmenos ēn.

Terjemahan

“Tetapi ketika Kefas datang ke Antiokhia, aku menentangnya secara terbuka, sebab ia patut dipersalahkan.”

Ini merupakan bukti penting bahwa:

gerakan Kristen awal bukan komunitas yang sepenuhnya seragam.

Ada konflik nyata mengenai:

hubungan Yahudi–non-Yahudi dan praktik makan bersama.


7.2 Apa yang diperdebatkan?

Masalah utamanya bukan:

“Apakah Yesus ada?”

melainkan:

“Bagaimana bangsa-bangsa non-Yahudi harus hidup sebagai pengikut Mesias Yahudi?”

Di sinilah Paulus menjadi sangat penting.


BAB VIII

APAKAH PAULUS MENGUBAH AGAMA YESUS?

Pertanyaan ini harus dipecah.

8.1 Apakah Paulus mengubah beberapa hal?

Ya.

Terutama mengenai:

  • sunat;

  • identitas Yahudi;

  • hukum makanan;

  • status bangsa non-Yahudi;

  • hubungan iman dan Taurat.

Tetapi:

8.2 Apakah Paulus menciptakan kepercayaan kepada Yesus?

Tidak didukung bukti.

8.3 Apakah Paulus menciptakan komunitas non-Yahudi?

Tidak sendirian.

Komunitas Yesus sudah berkembang di berbagai wilayah.

Namun Paulus merupakan salah satu penggerak utamanya.


BAB IX

ROMA 15:8 — YESUS SEBAGAI MESIAS ISRAEL

Yunani

λέγω γὰρ Χριστὸν διάκονον γεγενῆσθαι περιτομῆς ὑπὲρ ἀληθείας θεοῦ, εἰς τὸ βεβαιῶσαι τὰς ἐπαγγελίας τῶν πατέρων.

Transliterasi

Legō gar Christon diakonon gegenēsthai peritomēs hyper alētheias Theou, eis to bebaiōsai tas epangelias tōn paterōn.

Terjemahan

“Sebab aku mengatakan bahwa Kristus telah menjadi pelayan bagi orang-orang bersunat untuk meneguhkan kebenaran Allah dan meneguhkan janji-janji kepada para leluhur.”

Ini menarik.

Paulus tidak menggambarkan Yesus sebagai:

pendiri agama baru yang memutuskan hubungan dengan Israel.

Sebaliknya:

Yesus adalah Mesias yang berhubungan dengan janji kepada para leluhur Israel.

Ini menunjukkan kesinambungan dengan Yudaisme.


BAB X

YESUS DAN TAURAT DALAM TRADISI PAULUS

Salah satu tuduhan paling umum adalah:

“Paulus membatalkan Taurat.”

Masalahnya lebih kompleks.


10.1 Roma 3:31

Yunani

νόμον οὖν καταργοῦμεν διὰ τῆς πίστεως; μὴ γένοιτο· ἀλλὰ νόμον ἱστάνομεν.

Transliterasi

Nomon oun katargoumen dia tēs pisteōs? Mē genoito; alla nomon histanomen.

Terjemahan

“Jadi apakah kami membatalkan hukum Taurat melalui iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami menegakkan hukum Taurat.”

Ini merupakan teks yang sangat penting.

Paulus jelas tidak menggambarkan dirinya sebagai:

penolak Taurat secara sederhana.

Namun dalam konteks surat-suratnya, ia juga berargumentasi bahwa bangsa non-Yahudi tidak harus menjadi Yahudi secara penuh.

Jadi masalahnya bukan:

“Taurat baik atau buruk?”

tetapi:

“Apakah non-Yahudi harus menjadi Yahudi untuk menjadi bagian dari umat Mesias?”

Jawaban Paulus:

tidak.


BAB XI

YESUS SENDIRI DAN NON-YAHUDI

Di sini kita harus membandingkan Paulus dengan Injil.


11.1 Markus 12:29–31

Yunani

Ἄκουε, Ἰσραήλ, κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν κύριος εἷς ἐστιν· καὶ ἀγαπήσεις κύριον τὸν θεόν σου...

Transliterasi

Akoue, Israēl, kyrios ho Theos hēmōn kyrios heis estin; kai agapēseis kyrion ton Theon sou...

Terjemahan

“Dengarlah, Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu...”

Yesus digambarkan tetap berada dalam kerangka:

monoteisme Yahudi.


11.2 Markus 12:31

ἀγαπήσεις τὸν πλησίον σου ὡς σεαυτόν

Agapēseis ton plēsion sou hōs seauton.

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Ini menunjukkan bahwa banyak unsur etika yang kemudian dikembangkan Paulus tidak muncul dari ruang kosong.


BAB XII

YESUS DAN KERAJAAN ALLAH

Jika ingin mengetahui apakah Paulus mengganti pesan Yesus, kita harus membandingkan pusat pemberitaan keduanya.

Dalam Injil Sinoptik, tema sentral Yesus sangat sering berkaitan dengan:

βασιλεία τοῦ θεοῦ

basileia tou Theou

“Kerajaan Allah.”

Markus 1:15:

Yunani

πεπλήρωται ὁ καιρὸς καὶ ἤγγικεν ἡ βασιλεία τοῦ θεοῦ· μετανοεῖτε καὶ πιστεύετε ἐν τῷ εὐαγγελίῳ.

Transliterasi

Peplērōtai ho kairos kai ēngiken hē basileia tou Theou; metanoeite kai pisteuete en tō euangeliō.

Terjemahan

“Waktunya telah genap dan Kerajaan Allah sudah dekat; bertobatlah dan percayalah kepada Injil.”

Ini sangat penting.

Pusat pewartaan Yesus dalam tradisi Sinoptik:

Kerajaan Allah.

Sedangkan Paulus sering berbicara tentang:

Kristus yang disalibkan dan bangkit.

Ini bukan berarti keduanya bertentangan.

Tetapi ada:

pergeseran pusat retorika.


BAB XIII

PAULUS: DARI “KERAJAAN ALLAH” KE “KRISTUS”

1 Korintus 2:2:

Yunani

οὐ γὰρ ἔκρινά τι εἰδέναι ἐν ὑμῖν εἰ μὴ Ἰησοῦν Χριστὸν καὶ τοῦτον ἐσταυρωμένον.

Transliterasi

Ou gar ekrina ti eidenai en hymin ei mē Iēsoun Christon kai touton estaurōmenon.

Terjemahan

“Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa pun di antara kamu selain Yesus Kristus, dan Dia yang disalibkan.”

Di sini terlihat jelas:

Kristologi Paulus sangat terfokus pada kematian salib dan kebangkitan.

Tetapi kita harus berhati-hati.

Ini tidak berarti:

Paulus mengganti Yesus dengan dirinya sendiri.

Lebih tepat:

Paulus menjadikan Yesus yang disalibkan dan dibangkitkan sebagai pusat interpretasi terhadap makna keselamatan.


BAB XIV

“KRISTUS” BUKAN NAMA BELAKANG YESUS

Ini sering dilupakan.

Yunani

Χριστός

Christos

berarti:

“yang diurapi.”

Padanan Ibrani:

מָשִׁיחַ

Mašīaḥ

dan Aram:

מְשִׁיחָא

Mešīḥā.

Latin:

Christus

Indonesia:

“Mesias/Kristus.”

Jadi:

“Yesus Kristus”

secara historis berarti:

“Yesus sang Mesias.”

Ini sangat penting karena menunjukkan bahwa gerakan tersebut pada awalnya mempunyai akar:

mesianik-Yahudi.


BAB XV

KISAH PARA RASUL: “KRISTEN”

Salah satu teks paling penting adalah Acts 11:26.

Yunani

χρηματίσαι τε πρώτως ἐν Ἀντιοχείᾳ τοὺς μαθητὰς Χριστιανούς.

Transliterasi

Chrēmatīsai te prōtōs en Antiocheia tous mathētas Christianous.

Terjemahan

“Di Antiokhialah para murid untuk pertama kalinya disebut orang-orang Kristen.”

Kata:

Χριστιανοί

Christianoi

menunjukkan:

“orang-orang yang berkaitan dengan Kristus.”

Namun ada persoalan historiografis:

Acts ditulis kemudian daripada surat Paulus.

Jadi kita tidak boleh menggunakan ayat ini seolah-olah merupakan laporan stenografis tahun 30-an.

Tetapi secara umum:

istilah “Kristen” muncul pada generasi pertama/awal kedua gerakan tersebut.


BAB XVI

JOSEPHUS DAN YAKOBUS

Sumber Yahudi yang sangat penting adalah Josephus.

Dalam Antiquities 20.200, Josephus menyebut Yakobus.

Yunani

Ἰάκωβον τὸν ἀδελφὸν Ἰησοῦ τοῦ λεγομένου Χριστοῦ

Transliterasi

Iakōbon ton adelphon Iēsou tou legomenou Christou.

Terjemahan

“Yakobus, saudara Yesus yang disebut Kristus.”

Josephus kemudian menceritakan bahwa Yakobus dihukum mati.

Signifikansi

Ini penting karena:

Yakobus bukan ciptaan Paulus.

Ia adalah figur historis yang berada di pusat komunitas Yerusalem.

Dan Josephus menyebutnya sebagai:

saudara Yesus.

Ini memperkuat gambaran bahwa komunitas Yesus memiliki pusat otoritas yang tidak bergantung kepada Paulus.


BAB XVII

PAULUS DAN YAKOBUS: DUA PUSAT KEKUASAAN?

Data Galatia menunjukkan:

Yakobus, Petrus, Yohanes.

Data Josephus menunjukkan:

Yakobus memiliki posisi penting di Yerusalem.

Data Paulus menunjukkan:

Paulus mempunyai jaringan komunitas sendiri.

Dengan demikian struktur awal dapat digambarkan:

                         YESUS
                           │
              ┌────────────┴────────────┐
              │                         │
       GERAKAN AWAL                 TRADISI YESUS
              │
       ┌──────┼──────────┐
       │      │          │
    Yakobus Petrus     Yohanes
       │      │
       └──────┬───────────┐
              │           │
          Yerusalem    Antiokhia
                           │
                         PAULUS
                           │
             komunitas non-Yahudi luas

Ini tentu merupakan model rekonstruksi, bukan bagan yang terdapat dalam sumber kuno.


BAB XVIII

DIDACHE: KEKRISTENAN TANPA PAULUS?

Didache atau:

Διδαχὴ κυρίου διὰ τῶν δώδεκα ἀποστόλων

Didachē kyriou dia tōn dōdeka apostolōn

“Pengajaran Tuhan melalui kedua belas rasul.”

Judul tradisional ini sangat penting.


18.1 Didache 1:2

Yunani

Πρῶτον, ἀγαπήσεις τὸν θεόν σου· δεύτερον, τὸν πλησίον σου ὡς σεαυτόν· πάντα δὲ ὅσα ἐὰν θέλῃς μὴ γίνεσθαι σοι, καὶ σὺ μὴ ποίει ἄλλῳ.

Transliterasi

Prōton, agapēseis ton Theon sou; deuteron, ton plēsion sou hōs seauton; panta de hosa ean thelēs mē ginesthai soi, kai sy mē poiei allō.

Terjemahan

“Pertama, kasihilah Allahmu; kedua, kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri; dan segala sesuatu yang tidak kaukehendaki terjadi kepadamu, janganlah engkau lakukan kepada orang lain.”

Perhatikan:

Tidak ada kebutuhan untuk menjelaskan:

“Paulus adalah pendiri.”

Tradisi ini berpusat pada:

Tuhan + dua belas rasul + etika Yesus.

Didache memperlihatkan keberadaan Kekristenan yang tidak dapat direduksi menjadi Paulus.


BAB XIX

DIDACHE DAN “JALAN KEHIDUPAN”

Yunani

Ὁδοὶ δύο εἰσίν, μία τῆς ζωῆς καὶ μία τοῦ θανάτου.

Transliterasi

Hodoi duo eisin, mia tēs zōēs kai mia tou thanatou.

Terjemahan

“Ada dua jalan, satu menuju kehidupan dan satu menuju kematian.”

Motif ini sangat Yahudi dalam bentuk moralnya.

Ini memperlihatkan bahwa:

Kekristenan awal memiliki kontinuitas dengan tradisi etika Yahudi.


BAB XX

1 CLEMENT

Surat 1 Clement, kemungkinan akhir abad pertama, sangat penting karena menunjukkan Kekristenan pasca-Paulus.

Dalam 1 Clement 5:

Yunani

Διὰ ζῆλον καὶ φθόνον οἱ μέγιστοι καὶ δικαιότατοι στῦλοι ἐδιώχθησαν καὶ ἕως θανάτου ἤθλησαν.

Transliterasi

Dia zēlon kai phthonon hoi megistoi kai dikaiotatoi styloi ediōchthēsan kai heōs thanatou ēthlēsan.

Terjemahan

“Karena kecemburuan dan iri hati, orang-orang yang terbesar dan paling benar, tiang-tiang itu, dianiaya dan berjuang sampai mati.”

Konteksnya merujuk kepada:

Petrus dan Paulus.

Ini sangat menarik.

Pada akhir abad pertama, memori gereja Roma telah menempatkan:

Petrus DAN Paulus

sebagai figur penting.

Bukan:

Paulus sendirian.


BAB XXI

IGNATIUS

Ignatius dari Antiokhia pada awal abad II memberikan gambaran Kekristenan yang sudah berkembang.


21.1 Ignatius kepada Smyrnaeans

Yunani

Ἰησοῦν Χριστὸν ἀληθῶς γεγεννημένον ἐκ Μαρίας, πεπληρωμένον ἐκ θεοῦ καὶ ἐκ σπέρματος Δαυίδ, καὶ ἀληθῶς γεγεννημένον...

Transliterasi

Iēsoun Christon alēthōs gegenēmenon ek Marias, peplērōmenon ek Theou kai ek spermatos Dauid, kai alēthōs gegenēmenon...

Terjemahan

“Yesus Kristus benar-benar dilahirkan dari Maria, berasal dari Allah dan dari keturunan Daud, dan benar-benar dilahirkan...”

Ignatius menekankan:

  • Yesus;

  • Maria;

  • Daud;

  • realitas kemanusiaan Yesus;

  • realitas penderitaan.

Ini menunjukkan bahwa Kekristenan abad II tidak hanya merupakan:

“agama Paulus.”

Ia menggabungkan tradisi:

Yesus + rasul + gereja + liturgi + doktrin yang sedang berkembang.


BAB XXII

POLYKARPUS

Polykarpus dari Smyrna menulis kepada jemaat Filipi dan sangat menghargai Paulus.

Yunani

Οὔτε γὰρ ἐγὼ οὔτε ἄλλος τοιοῦτος δύναται σοφίαν καὶ ἀρετὴν ἐξισῶσαι τῷ μακαρίῳ καὶ ἐνδόξῳ Παύλῳ.

Secara substansi Polykarpus mengingat Paulus sebagai tokoh penting.

Ini menunjukkan:

Paulus memang sangat berpengaruh pada generasi berikutnya.

Tetapi Polykarpus juga berbicara tentang:

Yesus, para rasul, iman, kasih, kebangkitan, dan etika.

Jadi:

penghormatan kepada Paulus tidak sama dengan menganggap Paulus sebagai pendiri tunggal.


BAB XXIII

TACITUS

Sumber non-Kristen paling terkenal adalah Tacitus.

Annales 15.44:

Latin

auctor nominis eius Christus, Tiberio imperitante, per procuratorem Pontium Pilatum supplicio adfectus erat.

Transliterasi Latin

auctor nominis eius Christus, Tiberio imperitante, per procuratorem Pontium Pilatum supplicio adfectus erat.

Terjemahan Indonesia

“Asal-usul nama itu adalah Christus, yang pada masa pemerintahan Tiberius dihukum mati melalui Pontius Pilatus.”

Tacitus kemudian berbicara mengenai:

Christiani

orang-orang Kristen.

Ini sangat penting karena Tacitus tidak berasal dari komunitas Kristen.

Ia memperlihatkan bahwa pada awal abad II:

orang Romawi memahami bahwa kelompok tersebut memperoleh namanya dari Christus/Christus yang dihukum mati di bawah Pilatus.

Tidak ada indikasi bahwa orang Romawi menganggap:

Paulus sebagai pendiri utama.


BAB XXIV

PLINIUS MUDA

Plinius menulis kepada Trajan sekitar 112 M.

Latin

carmenque Christo quasi deo dicere secum invicem.

Transliterasi

carmenque Christo quasi deo dicere secum invicem.

Terjemahan

“Mereka menyanyikan nyanyian kepada Kristus seperti kepada seorang dewa.”

Ini merupakan bukti sangat penting mengenai praktik Kristen awal.

Mereka:

berkumpul;

bernyanyi kepada Kristus;

berjanji tidak melakukan kejahatan;

makan bersama.

Sekali lagi pusat identitas mereka adalah:

Christus, bukan Paulus.


BAB XXV

APAKAH PAULUS SENDIRI DISEBUT “KRISTUS”?

Tidak.

Ini tampak sederhana tetapi sangat penting.

Identitas kelompok tersebut adalah:

Χριστιανοί — Christianoi

bukan:

“Pauliniani”.

Meskipun kemudian muncul istilah seperti:

Pauline Christianity

dalam studi akademis modern, istilah itu adalah kategori analitis modern.

Orang Kristen awal tidak menyebut agama mereka:

“Paulisme.”


BAB XXVI

1 KORINTUS: PAULUS SENDIRI MENOLAK KULTUS TERHADAP DIRINYA

Ini merupakan bukti luar biasa.

1 Korintus 1:12

Yunani

Ἐγὼ μέν εἰμι Παύλου, ἐγὼ δὲ Ἀπολλώ, ἐγὼ δὲ Κηφᾶ, ἐγὼ δὲ Χριστοῦ.

Transliterasi

Egō men eimi Paulou, egō de Apollō, egō de Kēpha, egō de Christou.

Terjemahan

“Aku dari Paulus; aku dari Apolos; aku dari Kefas; aku dari Kristus.”

Paulus kemudian bertanya:

Yunani

μεμέρισται ὁ Χριστός; μὴ Παῦλος ἐσταυρώθη ὑπὲρ ὑμῶν;

Transliterasi

Memeristai ho Christos? Mē Paulos estaurōthē hyper hymōn?

Terjemahan

“Apakah Kristus terbagi-bagi? Apakah Paulus yang disalibkan untuk kamu?”

Ini menghancurkan gagasan bahwa Paulus bermaksud:

“jadikan aku pusat agama.”

Sebaliknya Paulus justru menolak:

Paul-centered Christianity.


BAB XXVII

TETAPI PAULUS SANGAT PENTING

Menolak tesis:

“Paulus pendiri tunggal”

tidak boleh berubah menjadi:

“Paulus tidak penting.”

Itu juga salah.

Paulus mungkin merupakan tokoh paling penting dalam:

1. ekspansi kepada non-Yahudi;

2. pembentukan komunitas lintas-etnis;

3. argumentasi mengenai Taurat;

4. teologi salib;

5. teologi kebangkitan;

6. konsep “tubuh Kristus”;

7. pembentukan jaringan jemaat Mediterania;

8. perkembangan istilah dan kategori kristologis.


BAB XXVIII

PAULUS DAN NON-YAHUDI

Galatia 3:28:

Yunani

οὐκ ἔνι Ἰουδαῖος οὐδὲ Ἕλλην... πάντες γὰρ ὑμεῖς εἷς ἐστε ἐν Χριστῷ Ἰησοῦ.

Transliterasi

Ouk eni Ioudaios oude Hellēn... pantes gar hymeis heis este en Christō Iēsou.

Terjemahan

“Tidak ada lagi orang Yahudi atau orang Yunani... karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”

Ini merupakan salah satu pernyataan paling revolusioner Paulus.


BAB XXIX

PAULUS MEMBUAT GERAKAN YESUS LINTAS-ETNIS

Secara historis, inilah kontribusi Paulus yang paling penting.

Yesus sendiri adalah:

Yahudi abad pertama.

Para murid awal:

Yahudi.

Komunitas Yerusalem:

berakar kuat pada Yudaisme.

Paulus:

membawa pesan Mesias Israel ke dunia non-Yahudi dalam skala besar.

Karena itu lebih tepat mengatakan:

Paulus tidak menciptakan gerakan Yesus, tetapi membantu mengubah gerakan Yahudi-mesianik tersebut menjadi gerakan trans-etnis.


BAB XXX

PAULUS VS PETRUS?

Ini juga terlalu sederhana.

Dalam Galatia:

Paulus berselisih dengan Petrus.

Tetapi Paulus juga mengatakan:

mereka adalah rasul.

Dalam 1 Korintus 15:

Petrus termasuk saksi awal kebangkitan.

Dalam 1 Clement:

Petrus dan Paulus sama-sama dihormati.

Jadi sejarah menunjukkan:

kompetisi + kontinuitas.

Bukan:

Paulus menghancurkan Petrus.


BAB XXXI

PAULUS VS YAKOBUS

Hal yang sama.

Yakobus adalah:

pemimpin penting Yerusalem.

Paulus:

pemimpin jaringan misi non-Yahudi.

Ada perbedaan:

tetapi juga komunikasi dan pengakuan timbal balik.

Galatia 2 menunjukkan Paulus bertemu:

Yakobus, Kefas, Yohanes.

Jadi hubungan mereka lebih kompleks daripada narasi:

“Yakobus = agama asli; Paulus = agama palsu.”


BAB XXXII

ACTS DAN MASALAH HISTORIOGRAFI

Acts of the Apostles sangat penting.

Tetapi harus digunakan hati-hati.

Mengapa?

Karena Acts bukan surat Paulus.

Ia merupakan narasi yang ditulis kemudian.

Ada perbedaan antara:

sumber langsung Paulus

dan:

narasi tentang Paulus.

Karena itu, jika Paulus mengatakan sesuatu dalam Galatia dan Acts menggambarkannya secara berbeda, sejarawan harus membandingkan keduanya.

Surat-surat Paulus biasanya mempunyai prioritas khusus untuk:

apa yang Paulus sendiri katakan tentang dirinya.

Kajian akademik juga membedakan nilai surat Paulus sebagai sumber primer dengan narasi Acts, khususnya karena Acts merangkum pidato dan peristiwa dalam bentuk naratif, bukan transkrip kata demi kata. (ERA)


BAB XXXIII

“Kekristenan” SEBELUM PAULUS

Ini mungkin pertanyaan paling penting.

Paulus sendiri menyebut:

ἐκκλησία τοῦ θεοῦ

ekklēsia tou Theou

“jemaat Allah.”

Ia mengatakan bahwa ia:

ἐδίωκον

ediōkon

“menganiaya”

jemaat tersebut.

Jadi sebelum Paulus:

sudah ada komunitas.

Mereka percaya kepada:

Yesus sebagai Mesias.

Mereka mempunyai:

pemimpin.

Mereka mempunyai:

tradisi.

Mereka mempunyai:

ritual.

Dengan demikian:

Paulus bukan pendiri pertama gerakan Kristen.


BAB XXXIV

APAKAH YESUS SENDIRI MENDIRIKAN “AGAMA KRISTEN”?

Jawabannya harus bernuansa.

Jika “agama” berarti:

sistem institusional yang terpisah dari Yudaisme,

maka tidak ada bukti bahwa Yesus mengumumkan:

“Mulai hari ini agama baru bernama Kekristenan.”

Yesus hidup:

sebagai seorang Yahudi.

Ia berbicara:

dalam bahasa religius Yahudi.

Ia mengutip:

Taurat.

Ia berbicara tentang:

Kerajaan Allah.

Ia memilih:

Dua Belas.

Maka secara historis lebih tepat menyebut gerakannya:

gerakan mesianik Yahudi abad pertama.


BAB XXXV

KAPAN “KEKRISTENAN” MENJADI AGAMA YANG TERPISAH?

Tidak ada satu tanggal.

Prosesnya berlangsung bertahap:

Yesus
  ↓
Gerakan Mesianik Yahudi
  ↓
Komunitas Yerusalem
  ↓
Ekspansi ke diaspora
  ↓
Paulus dan misi non-Yahudi
  ↓
Komunitas Yahudi + non-Yahudi
  ↓
Pemisahan semakin jelas dari Yudaisme
  ↓
Kristen abad II
  ↓
Kristen imperial abad IV

Jadi:

Kekristenan bukan “diciptakan” dalam satu hari.


BAB XXXVI

BUKTI NON-KRISTEN: APAKAH MEREKA MENGENAL PAULUS?

Menariknya, Tacitus dan Plinius berbicara mengenai:

Christiani

dan:

Christus.

Mereka tidak menjadikan Paulus sebagai pusat identitas kelompok.

Ini menunjukkan bahwa pada awal abad II:

identitas Kristen secara eksternal sudah berpusat pada Kristus.

Ini konsisten dengan:

Christianoi = pengikut/kelompok yang terkait dengan Christus.


BAB XXXVII

TABEL PERBANDINGAN YESUS DAN PAULUS

TemaYesus dalam Injil SinoptikPaulus
Kerajaan AllahSangat dominanAda
MesiasPentingSangat penting
TauratDiperdebatkan dalam konteks YahudiDiinterpretasi ulang untuk non-Yahudi
SalibPeristiwa akhir kehidupanPusat teologi
KebangkitanPuncak narasi InjilPusat pemberitaan
Non-YahudiAda perhatianSangat dominan
SunatTidak menjadi isu utama dalam InjilIsu utama
GerejaKomunitas muridJaringan jemaat
Etika kasihSangat pentingSangat penting
IsraelSangat pentingTetap penting
Kristologiberkembang dalam tradisi Injilsangat eksplisit

Kesimpulan:

Ada kontinuitas sekaligus perkembangan.


BAB XXXVIII

APAKAH PAULUS “MENGKHIANATI” YESUS?

Secara historis istilah:

“mengkhianati”

merupakan penilaian teologis.

Sejarawan dapat mengatakan:

Paulus menginterpretasikan Yesus dengan cara tertentu.

Ia tidak dapat membuktikan secara ilmiah:

“Paulus mengkhianati Yesus.”

Yang dapat dianalisis:

apakah interpretasi Paulus konsisten dengan tradisi Yesus yang lebih awal.

Jawabannya:

Pada beberapa aspek:

cukup jelas konsisten.

Misalnya:

  • kasih;

  • iman;

  • Kerajaan Allah;

  • monoteisme;

  • pentingnya moralitas.

Pada aspek lain:

terjadi perkembangan besar.

Misalnya:

  • hukum Taurat bagi non-Yahudi;

  • makna salib;

  • status Kristus;

  • hubungan Israel dan bangsa-bangsa.


BAB XXXIX

ARGUMEN “PAULUS MENYELAMATKAN KEKRISTENAN DARI MENJADI SEKTE YAHUDI”

Ini adalah interpretasi yang juga terlalu sederhana.

Gerakan Yesus sejak awal telah berhubungan dengan:

  • diaspora Yahudi;

  • Samaria;

  • non-Yahudi;

  • komunitas Helenistik.

Paulus mempercepat proses tersebut.

Lebih tepat:

Paulus merupakan akselerator historis, bukan pencipta ex nihilo.


XL. ARGUMEN “PAULUS HANYA PENGIKUT YESUS BIASA”

Ini juga tidak tepat.

Pengaruh Paulus luar biasa.

Buktinya:

  1. surat-suratnya bertahan;

  2. surat-suratnya dibaca lintas komunitas;

  3. 1 Clement mengenalnya;

  4. Polykarpus mengutip/menghargainya;

  5. Ignatius menggunakan tradisi Paulus;

  6. Marcion menjadikan surat Paulus pusat kanonnya pada abad II;

  7. gereja besar kemudian memasukkan surat-surat Paulus ke dalam kanon.

Dengan demikian:

Paulus bukan pendiri tunggal, tetapi merupakan arsitek intelektual terbesar Kekristenan awal.


XLI. MARCION DAN PAULUS

Marcion pada abad II memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh Paulus.

Ia menyusun kanon yang berpusat pada:

Injil + surat Paulus.

Tetapi gereja arus utama menolak Marcion.

Ini penting.

Mengapa?

Karena gereja kemudian berkata secara implisit:

Paulus penting, tetapi Paulus tidak berdiri sendiri.

Gereja mempertahankan:

  • empat Injil;

  • Kisah Para Rasul;

  • surat Paulus;

  • surat umum;

  • Wahyu.

Jadi kanon Kristen sendiri merupakan:

sintesis tradisi Yesus + rasul + Paulus + komunitas gereja.


XLII. PAULUS BUKAN “ALKITAB”

Ini juga penting secara historiografis.

Kekristenan tidak pernah hanya memiliki:

Paulus.

Kanon akhirnya terdiri atas:

Injil

  • Matius;

  • Markus;

  • Lukas;

  • Yohanes.

Sejarah

  • Kisah Para Rasul.

Paulus

  • Roma;

  • Korintus;

  • Galatia;

  • dan lainnya.

Surat umum

  • Yakobus;

  • Petrus;

  • Yohanes;

  • Yudas.

Apokaliptik

  • Wahyu.

Maka struktur kanon sendiri merupakan bantahan terhadap:

“Kristen = agama Paulus.”


XLIII. ANALISIS SUMBER KUNO

43.1 Paulus

Kekuatan:

  • sangat awal;

  • sebagian ditulis oleh Paulus sendiri;

  • dekat dengan generasi pertama.

Kelemahan:

  • bersifat surat;

  • apologetik;

  • teologis;

  • tidak bertujuan menulis biografi Yesus.


43.2 Injil

Kekuatan:

  • memuat tradisi mengenai kehidupan dan ajaran Yesus;

  • berasal dari generasi awal.

Kelemahan:

  • ditulis beberapa dekade setelah Yesus;

  • memiliki tujuan teologis;

  • terdapat perbedaan naratif.


43.3 Acts

Kekuatan:

  • memberikan narasi perkembangan gerakan;

  • sangat berguna untuk sejarah gereja awal.

Kelemahan:

  • ditulis kemudian;

  • memiliki agenda naratif;

  • tidak selalu dapat diverifikasi dari surat Paulus.


43.4 Josephus

Kekuatan:

  • sumber Yahudi non-Kristen.

Kelemahan:

  • tidak menulis sejarah Kekristenan;

  • informasi mengenai Yesus sangat singkat.


43.5 Tacitus

Kekuatan:

  • non-Kristen;

  • menunjukkan keberadaan Kristen pada awal abad II.

Kelemahan:

  • ditulis beberapa generasi setelah Yesus;

  • tidak memberikan sejarah rinci gerakan awal.


43.6 Plinius

Kekuatan:

  • sumber administratif Romawi;

  • menunjukkan praktik ibadah Kristen.

Kelemahan:

  • berasal dari sekitar 112 M;

  • bukan sumber mengenai masa Yesus.


XLIV. KRITIK TERHADAP TESIS “PAULUS MENCIPTAKAN KEKRISTENAN”

Tesis tersebut mempunyai tiga masalah utama.

Pertama

Komunitas sudah ada sebelum Paulus.

Kedua

Paulus mengaku menerima tradisi dari orang lain.

Ketiga

Paulus sendiri berhubungan dengan:

Petrus dan Yakobus.

Karena itu:

Paulus bukan titik awal gerakan.


XLV. KRITIK TERHADAP TESIS “PAULUS TIDAK MENGUBAH APA-APA”

Ini juga tidak dapat dipertahankan.

Paulus jelas membawa perkembangan baru:

terutama dalam hubungan orang non-Yahudi dengan Taurat.

Ia juga mengembangkan bahasa teologis yang sangat kuat mengenai:

salib;

kebangkitan;

“di dalam Kristus”;

tubuh Kristus;

pembenaran;

Roh.

Jadi:

Paulus bukan sekadar stenografer Yesus.


XLVI. MODEL HISTORIS YANG LEBIH AKURAT

Daripada:

Yesus ATAU Paulus

model yang lebih tepat:

Tahap 1 — Yesus

Yesus menciptakan gerakan murid di dalam Yudaisme abad pertama.

Tahap 2 — Yerusalem

Para pengikut awal mempertahankan gerakan tersebut setelah kematian Yesus.

Tahap 3 — Petrus/Yakobus

Muncul kepemimpinan apostolik.

Tahap 4 — Diaspora

Gerakan menyebar.

Tahap 5 — Paulus

Paulus mengembangkan misi non-Yahudi dalam skala besar.

Tahap 6 — Gereja abad I

Komunitas Yahudi dan non-Yahudi berkembang.

Tahap 7 — Abad II

Identitas “Kristen” semakin jelas dan terorganisasi.

Tahap 8 — Abad IV

Kekristenan menjadi agama kekaisaran.


XLVII. JAWABAN TERHADAP PERTANYAAN JUDUL

“Kristen: Pengikut Yesus atau Paulus?”

Jawaban historis:

Pengikut Yesus.

Identitas paling dasar kelompok tersebut dibangun di sekitar:

Yesus/Christus.

Namun:

Apakah Paulus mempunyai pengaruh sangat besar?

Ya.

Bahkan sangat besar.

Apakah Paulus mendirikan gerakan tersebut?

Tidak.

Apakah Paulus mengubahnya?

Ya, terutama dalam ekspansi dan formulasi teologi kepada non-Yahudi.

Apakah Paulus menciptakan semua doktrin tentang Yesus?

Tidak.

Tradisi mengenai:

  • kematian;

  • penguburan;

  • kebangkitan;

  • penampakan;

sudah ada sebelum surat Paulus.


XLVIII. SKALA PROBABILITAS HISTORIS

PernyataanPenilaian
Yesus merupakan sumber gerakan★★★★★
Gerakan Yesus ada sebelum Paulus★★★★★
Petrus dan Yakobus merupakan pemimpin awal★★★★★
Paulus bergabung setelah gerakan sudah ada★★★★★
Paulus menerima tradisi sebelum menulisnya★★★★★
Paulus mempunyai konflik dengan sebagian pemimpin awal★★★★★
Paulus memainkan peran besar dalam misi non-Yahudi★★★★★
Paulus mengembangkan teologi sendiri★★★★★
Paulus menciptakan gerakan Yesus dari nol★☆☆☆☆
Paulus adalah satu-satunya pendiri Kekristenan★☆☆☆☆
Paulus tidak memiliki inovasi teologis★☆☆☆☆
Kekristenan kemudian sangat dipengaruhi Paulus★★★★★

XLIX. KESIMPULAN

Berdasarkan sumber kuno yang tersedia, pertanyaan:

“Kristen pengikut Yesus atau Paulus?”

sebenarnya mengandung dikotomi palsu.

Secara historis:

Kekristenan berasal dari gerakan yang berpusat pada Yesus, bukan dari Paulus.

Bukti paling awal justru berasal dari Paulus sendiri.

Paulus mengakui bahwa sebelum dirinya terdapat:

ἐκκλησία τοῦ θεοῦ

“jemaat Allah”.

Ia bertemu:

Petrus;

Yakobus;

dan kemudian berhubungan dengan:

Yohanes.

Ia juga menyatakan bahwa ia:

παρέλαβον

“menerima”

tradisi mengenai kematian dan kebangkitan Kristus.

Karena itu secara kronologis:

Yesus → gerakan pengikut → komunitas Yerusalem → Paulus

lebih sesuai dengan bukti daripada:

Yesus → Paulus → agama Kristen.

Namun mengurangi Paulus menjadi:

“pengikut biasa”

juga tidak sesuai dengan sejarah.

Paulus mempunyai pengaruh luar biasa terhadap:

misi non-Yahudi;

hubungan iman dan Taurat;

identitas komunitas lintas-etnis;

interpretasi salib;

kebangkitan;

Kristologi;

organisasi komunitas Mediterania.

Dengan demikian, formulasi akademis yang paling defensibel adalah:

Yesus adalah sumber historis gerakan; para murid dan komunitas Yerusalem merupakan penerus awal; Paulus adalah salah satu arsitek utama transformasi gerakan tersebut menjadi komunitas lintas-etnis; dan Kekristenan abad II–IV merupakan hasil sintesis berbagai tradisi, bukan ciptaan tunggal Yesus ataupun Paulus.

Atau secara singkat:

Kristen secara identitas adalah pengikut Kristus/Yesus; secara sejarah institusional dan teologis, mereka sangat dipengaruhi Paulus.


L. DAFTAR SUMBER KUNO UTAMA

A. Sumber Kristen abad I

  1. 1 Tesalonika

  2. Galatia

  3. 1 Korintus

  4. 2 Korintus

  5. Roma

  6. Filipi

  7. Filemon

  8. Markus

  9. Matius

  10. Lukas

  11. Yohanes

  12. Kisah Para Rasul

  13. Yakobus

  14. 1 Petrus

Tujuh surat Paulus—Roma, 1–2 Korintus, Galatia, Filipi, 1 Tesalonika dan Filemon—umumnya menjadi korpus utama yang digunakan untuk merekonstruksi Paulus historis. Basis tekstual untuk surat-surat tersebut juga sangat luas; misalnya transkripsi digital Galatia mencakup ratusan saksi tekstual Yunani. (itseeweb.cal.bham.ac.uk)


B. Sumber Kristen awal pasca-Perjanjian Baru

  1. Didache

  2. 1 Clement

  3. Ignatius, Letter to the Smyrnaeans

  4. Ignatius, Letter to the Romans

  5. Ignatius, Letter to the Philadelphians

  6. Polycarp, Letter to the Philippians

  7. Epistle of Barnabas

  8. Shepherd of Hermas


C. Sumber non-Kristen

  1. Flavius Josephus, Antiquities

  2. Tacitus, Annales 15.44

  3. Pliny the Younger, Epistulae 10.96–97

  4. Suetonius, Claudius 25.4

  5. Lucian of Samosata, Peregrinus

  6. Celsus, melalui kutipan Origenes, Contra Celsum


LI. BIBLIOGRAFI MODERN TERPILIH

Untuk penelitian tingkat skripsi, sumber primer di atas sebaiknya dibaca bersama edisi kritis dan penelitian modern, antara lain:

  • E. P. Sanders, Paul and Palestinian Judaism.

  • E. P. Sanders, Jesus and Judaism.

  • James D. G. Dunn, The Theology of Paul the Apostle.

  • James D. G. Dunn, Christianity in the Making.

  • Paula Fredriksen, From Jesus to Christ.

  • Paula Fredriksen, Paul: The Pagans' Apostle.

  • John P. Meier, A Marginal Jew.

  • Larry Hurtado, Lord Jesus Christ.

  • Larry Hurtado, Destroyer of the Gods.

  • N. T. Wright, Paul and the Faithfulness of God.

  • Bart D. Ehrman, The Triumph of Christianity.

  • Bart D. Ehrman, Peter, Paul, and Mary Magdalene.

  • Dale C. Allison Jr., Constructing Jesus.

  • Maurice Casey, Jesus of Nazareth.

  • Wayne Meeks, The First Urban Christians.

  • Michael J. Gorman, Apostle of the Crucified Lord.

  • Richard Bauckham, Jesus and the Eyewitnesses.


LII. CATATAN PENTING TENTANG NETRALITAS PENELITIAN

Penelitian ini sengaja tidak menggunakan dua ekstrem.

Ekstrem pertama:

“Paulus adalah penipu yang menciptakan agama baru.”

Tidak cukup didukung sumber.

Ekstrem kedua:

“Paulus hanya mengulang persis semua yang diajarkan Yesus.”

Juga tidak sesuai dengan data.

Bukti menunjukkan sesuatu yang jauh lebih menarik:

Paulus adalah seorang Yahudi abad pertama yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dibangkitkan dan memperoleh panggilan untuk membawa berita tersebut kepada bangsa-bangsa non-Yahudi.

Ia bukan pendiri gerakan Yesus.

Tetapi ia juga bukan sekadar pengikut pasif.

Ia adalah:

transformer, interpreter, missionary, dan theologian
dari gerakan Yesus awal.

Dan justru karena itu, sejarah Kekristenan paling tepat dipahami bukan sebagai:

“Yesus versus Paulus”

melainkan sebagai proses:

YESUS → PARA MURID → JEMAAT YERUSALEM → DIASPORA → PAULUS → KOMUNITAS NON-YAHUDI → GEREJA ABAD I–II → KEKRISTENAN HISTORIS.

Perbedaan antara asal-usul gerakan dan perkembangan agama adalah kunci untuk menghindari kesimpulan yang terlalu sederhana.

No comments: